Disusun
oleh : Musa Pedro Afgana (DENIS)
A. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer
berasal dari bahasa Yunani "Atmos“ yang
berarti uap air atau gas dan"Sphaira“ yang berarti
selimut. Jadi Atmosfer dapat diartikan
sebagi lapisan gas yang menyelimuti sebuahplanet,
termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa dengan ketebalan kurang lebih 1.000 km dari
permukaan bumi dan bermassa 59 x
1014 ton . Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian
0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas
permukaan bumi.Atmosper mengikuti peputaran bumi(rotasi) dan berevolusi
mengelilingi matahari.
Pengukuran lapisan atmosfer antara
permukaan bumi di ketinggian 30 km menggunakan radiosonde. Untuk
lapisan atmosfer antara ketinggian 30 km dan 90 km pengukuran dilakukan dengan
menggunakan roket, sedangkan di atas ketinggian 90 km menggunakan
satelit. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer
yang menekankan pada lapisan udara yang menyelubungi bumi. Beberapa hal pokok
yang dipelajari dalam meteorologi di antaranya adalah angin, awan, cuaca, guntur, gejala cahaya,
endapan air di udara, serta suhu dan tekanan udara.
B. Lapisan-Lapisan Atmosfer
1.
Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu
pada ketinggian 0 -
10km di atas permukaan
bumi. Tebal lapisan troposfer
rata-rata ± 10 km. Di daerah khatulistiwa,
ketinggian lapisan
troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata
80°C. Di daerah sedang ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan
temperatur rata-rata 54°C, sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km
dengan temperatur rata-rata 46°C. Pada lapisan ini tinggi rendahnya suatu
tempat di permukaan Bumi berpengaruh terhadap suhu udaranya. Hal ini
mengikuti hukum gradien geothermis, yaitu semakin tinggi (tiap kenaikan
1.000 meter) suatu tempat di permukaan Bumi, temperatur udaranya akan turun
rata-rata sekitar 6°C di daerah sekitar khatulistiwa.
2.
Stratosfer
Lapisan ke 2 atmosfer adalah lapisan stratosfer.
Stratosfer terletak pada ketinggian antara 10 - 40 km dari permukaan
bumi. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah (lapisan
isotermis) relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70oF atau
sekitar - 57oC. Di lapisan ini tidak berlaku hukum gradien
geothermis karena semakin tinggi posisi di tempat ini, suhu akan semakin
naik. Hal ini disebabkan kandungan uap air hampir tidak ada dan
adanya lapisan ozon. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi
dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya
pesawat yang menggunakan mesin jet. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari
gangguan cuaca. Pada ketinggian sekitar 40 km Suhu pada lapisan ini bisa
mencapai sekitar 18oC.
3.
Mesosfer
Lapisan ketiga dari atmosfer adalah mesosfer. Mesosfer
terletak pada ketinggian antara 40 - 70 km dari permukaan bumi.
Susunan tidak sama seperti stratosfer. Kepadatan gas-gasnya sudah agak
berkurang. Mesosfer mempunyai suatu lapisan ion atau udara yang bermuatan
listrik yang disebut lapisan D yang terletak pada ke tinggian 50-70 km di atas
bumi. Hal ini di sebabkan oleh adanya sinar ultra violet pada molokul-molokul
udara yang bertemu dengan elektron atau muatan listrik negatif. Ozon juga terdapat
di mesosfer, yang terjadi kerena pengaruh ultra violet dan sinar-X pada
oksigen.
Pada ketinggian 50 km suhu menjadi 0°C. Suhu
kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di
dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan
bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awannoctilucent, yang
terbentuk dari kristal es. Lapisan ini
merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau
benda-benda luar angkasa lainnya. Lapisan mesosfer terdapat lapisanmesopause yang
merupakan lapisan peralihan antara mesosfer dan termosfer.
4. Termosfer(ionosfer)
Termosfer terletak pada ketinggian antara 70-400 km di
permukaan bumi. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang
cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Sedangkan
mengapa dinamai inosfer? Karena radiasi ultra violet menyebabkan
reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik. Lapisan ini
mengandum ozon dan karbon dioksiad. Kepadatan termosfer sangat rendah, kurang
dari seperjuta kepadatan udara pada permukaan bumi. Namun, meskipun tipis,
udara di termosfer dapat membakar meteor pada ketinggian 300 km, jika
sangat besar dan tidak habis dilapisan udara ionosfer ini maka akan jatuh
sampai kepermukaan Bumi yang disebut Meteorit.
5.
Eksosfer
Eksosfer terletak pada ketinggian antara 400 km atau lebih
dari permukaan bumi. Lapisan atmosfer ini yang merupakan batas terluar
membentang ke dalam angkasa dan menyatu dengan atmosfer dan radiasi matahari.
Gas di daerah ini amat sangat tipis. Hidrogen merupakan unsur penyusun paling
utama. Cahaya redup muncul di daerah lapisan ini. Dikenal sebagai cahaya
zodiakal dan gegenschein, cahaya redup ini sebenarnya
adalah refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik
yang tak terhitung jumlah nya dan bergelantung di dekat bumi. Lapisan ini
merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer
sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.
Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
Kunjungi FB Me https://www.facebook.com/musapedro.musapedro.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar