Senin, 05 Juni 2017
DOWNLOAD LAGU FIND THE BLUE - itou kanako
Download Lagu itou kanako Find the blue ost chaos child by pedro musa
LINK DOWNLOAD:
Via ZIPPYSHARE
KLIK DISINI to DOWNLOAD
Via USERCLOUD
KLIK DISINI to DOWNLOAD
DOWNLOAD LAGU OPENING SHIGATSU WA KIMI NO USO
Download Soundtrack Opening anime shigatsu wa kimi no uso (your lie in april) Gratis.
KLIK DIBAWAH
LINK DOWNLOAD :
LINK DOWNLOAD VIA ZIPPYSHARE
KLIK DISINI ZIPPYSHARE
LINK DOWNLOAD VIA TUSFILES
KLIK DISINI TUSFILES
LINK DOWNLOAD VIA USERCLOUD
KLIK DISINI USERCLOUD
by pedro bloggers
Perkembangan Seni Musik di Indonesia
Yo Indonesia salam sapa dari saya kali ini sya akan meng-share tentang Perkembangan Musik Di Indonesia dari dulu hingga sekarang check it out!!


Seni Musik Indonesia Pada Zaman
Prasejarah
Sejarah musik indonesia ada yang mengatakan
berawal dari zaman prasejarah antara tahun 2500
dan 1500 Sebelum Masehi terjadi
perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara. Di dalam perjalanannya
mereka membawa kebudayaan bambu serta teknik pengolahan lading. Terutama di
Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu pantun
dimana putra dan putri bernyanyi dengan cara sahut menyahut. Di sana mereka
memakai sebuah alat tiup bernama Khen terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup
bersama dalam kelompok d atau 3 nada. Alat ini dikenal pula di Cina dan di
Kalimantan dengan nama Kledi. Alat ini hanya merupakan salah satu alat dari
sejumlah besar alat musik bambu yang sampai sekarang terdapat di Asia Tenggara.
Sejumlah batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda di tanam di tanah. Tiupan
angin menimbulkan bunyi bagaikan Kledi raksasa yang cukup indah (terdapat di Bali sampai sekarang). Alat musik bambu lain seperti suling, angklung dan lain
sebagainya, telah mengalami suatu proses perkembangan waktu.
Seni Musik Indonesia
Pada Zaman Sejarah
Kita berlanjut ke sejarah musik
indonesia di jaman sejarah, sejarah musik indonesia disini berasal dari suatu ‘revolusi’ yang terjadi di abad
1 Sebelum Masehi, saat dibuatnya kapal besar-besar di teluk Persia Laut Cina.
Maka lalu lintas ke Indonesia pun menjadi intensif. Terutama pedagang India
mendatangi daerah-daerah Indonesia sejak abad 2 dan 3 Masehi untuk perdagangan.
Maka pengaruh India di Indonesia bertambah besar, baik dari segi perdagangan
dan politik maupun agama dan kebudayaan. Dari dokumen-dokumen dan penemuan
terlihat bahwa agama Budha masuk kepulauan Indonesia Sumatera pada awal abad 7
Masehi dalam kerajaan Sriwijaya dan kemudian di Jawa dengan kerajaan Syailendra
(750-850 Masehi). Pengaruh kebudayaan India mencapai puncaknya dari pertengahan
abad 8 Masehi sampai abad 11 Masehi dimana fase kreativitas yang sangat tinggi.
Pada masa itu berkembanglah kebudayaan Jawa berupa musik dan tari, arsitektur
dan seni rupa, pada waktu itu dibangunlah Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Sejarah musik indonesia berlanjut kepada dinasti syailendra yang memperkenalkan
tangga nada slendro. Menurut cerita tangga nada ini ditemukan oleh dewa Barata
Endra atas petunjuk dewa Shiva. Menurut teori, satu oktaf dibagi dalam 5
interval yang sama (6/5 dari sekon besar). Namun ternyata tidak selalu
demikian. Malah dalam penggalian di Jawa Cina dan musik India. ditemukan
alat-alat kuno dengan tangga nada yang mirip dengan tangga nada pentatonic
(dengan interval sekon-sekon dan terts kecil).
Seni Musik Indonesia
Pada Zaman Hindu
Sejarah musik indonesia berlanjut
saat orang Hindu datang ke Jawa, mereka menemukan bermacam-macam alat musik.
Dalam relief pada Borobudur terdapat alat musik lokal ataupun alat musik yang
diimpor dari India seperti gendang, termasuk gendang dari tanah dengan kulit
hanya di satu sisi, kledi, suling, angklung, alat tiup (semacam hobo),xylofon (bentuknya setengah
gambang, setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 dawai, lonceng dari perunggu dalam
macam-macam ukuran, gong, saron, bonang. Tidak dapat disangkal bahwa alat musik
ini pertama dimainkan menurut kebiasaan India. Selain itu dari
penggalian-penggalian di Jawa Tengah telah ditemukan sejumlah besar kumpulan
bonang, nada-nada gender dan saron, lonceng, gendang, gong-gong, namun tidak
jelas dari abad berapa. Tidak semua alat musik tersebut bertahan di Jawa dalam
perkembangan selanjutnya. Namun, tampak bahwa alat musik ini telah dipakai
sebelum jaman Hindu.
Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain.
Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain.
Sejarah musik indonesia berlanjut
pada akhir jaman Hindu, gamelan sudah lengkap seperti jaman sekarang. namun
satu alat belum ada yaitu rebab. Meskipun demikian, menurut Jaap Kunst belum
tentu semua alat dimainkan selalu bersama-sama. Mungkin sekali terdapat suatu
ansambel dengan alat musik lembut yang terutama dipakai di dalam ruang dengan
gender, gambang dan suling. Sejarah musik indonseia di 1389 – 1520 merupakan
jaman kemunduran dan kehancuran kerajaan Majapahit.
Seni Musik Indonesia
Pada Zaman Agama Islam
Agama islam masuk ke indonesia melalui perdagangan, selain berdagang dan menyebarkan agama islam. Para pedagang arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti rebana,rebab dan gambus. Dari proses itulah muncul orkes-orkes gambus di indonesia hingga saat ini. Kemudian alat ini berkembang diindonesia, dengan perbedaan bentuk dan cara bermain rebab. Di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai sedangkan di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai, dan di Aceh dengan tiga dawai.
Agama islam masuk ke indonesia melalui perdagangan, selain berdagang dan menyebarkan agama islam. Para pedagang arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti rebana,rebab dan gambus. Dari proses itulah muncul orkes-orkes gambus di indonesia hingga saat ini. Kemudian alat ini berkembang diindonesia, dengan perbedaan bentuk dan cara bermain rebab. Di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai sedangkan di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai, dan di Aceh dengan tiga dawai.
Agama islam masuk ke
indonesia didukung pula oleh musik yang digunakan sebagai sarana dakwah. Dengan
adanya seni musik ini, membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengenal ajaran
agama islam. Itulah sebabnya musik tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.
Seni Musik Indonesia
Pada Zaman Modern
Musik modern tidak berasal dari
budaya masyarakat tertentu. Musik yang dihasilkan oleh musik modern tercipta
atas adanya satu aturan komposisi yang jelas, seperti tangga nada,sistem
notasi,tekstur serta instrumen yang masyarakat kenal dan mudah untuk
dipelajari.
Gaya musik dan komposisi dari musik
indonesia bergaya modern ini sangat mendapat pengaruh dari pengalaman musikal
para musisi dari setiap masa. Musik modern ini merupakan ciptaan para komposer
hebat yang menemukan aturan harmoni yang jelas dan enak untuk didengarkan.
Musik modern indonesia sendiri
mendapat pengaruh dari musik modern di luar indonesia (musik barat). Seperti
aliran musik pop,jazz,blues, rock,R&B,Metal dan musik india juga berpadu
dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Saat ini
berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur tradisional indonesia dengan
unsur musik barat,terutama alat-alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut
musik etnis.
Langganan:
Postingan (Atom)

